Cuman blog yang random, dibaca kalau sempat.

29 November 2017

Hidup Tanpa Rupiah bagai Samyang Tanpa Cabe

Hidup Tanpa Rupiah Bagai Samyang Tanpa Cabe! #Cintarupiah
Hidup Tanpa Rupiah Bagai Samyang Tanpa Cabe! | [image] via http://liputanrakyat.com
Mama/ cinta rupiah,
Papa/ cinta rupiah,
Kakek/ cinta rupiah,
Nenek/ cinta rupiah,
Bolo-bolo, bolo-bolo, bolo-bolo, bolo!

Manusia tidak bisa hidup tanpa alat, salah satunya adalah uang, di Indonesia, uang dikenal dengan rupiah. Sebuah fakta yang bukan rahasia, tapi fakta yang kebanyakan orang sudah mengetahuinya. Ibarat samyang tanpa cabe, manusia pun tidak bisa hidup tanpa rupiah, rasanya kurang afdol gimana gitu, dan percaya atau tidak, coba kita bedah satu-persatu.

1. Setiap orang memiliki dompet

Mari kita mulai dengan hal yang sederhana, dompet misalnya. Sadar tidak sadar bahwa isi dompet kita adalah uang, selain itu ada juga kartu kredit, kartu asuransi, jaminan kesehatan, dan lain-lain pun berisi uang.

Menariknya, setiap orang pasti memiliki dompet, entah itu dari orang menengah ke atas ataupun menengah ke bawah. Karena pada dasarnya bank terkecil setiap orang adalah dompet. Sehingga akan sangat menjadi bukti bahwa rupiah tanpa dompet, bagai samyang tanpa cabe.

Ups, Hidup tanpa rupiah, bagai samyang tanpa cabe.

Lalu pertanyaannya, bagaimana dengan saku celana atau saku baju? Itu juga bagian dari dompet, dompet yang menyatu dengan pakaian kita. Karena hakikat saku adalah tempat menyimpan sesuatu. Uang salah satunya dan pasti. Meskipun receh. Ada apa dengan RECEH? (AADR)

2. Beli bahan untuk masak

Kehidupan manusia tidak bisa terlepas dengan apa itu yang disebut dengan ma-kan, sebelum makan pasti harus ada proses mengolah makanan, yaitu memasak. Dalam memasak, kita membutuhkan bahan-bahan untuk diolah menjadi masakan yang lezat dan nikmat, sehingga kita butuh apa itu yang dinamakan dengan uang a.k.a rupiah.

Mengingat zaman yang berbeda, jika dulu kita menggunakan sistem barter sebagai alat transaksi kita, misalnya kita menginginkan beras, maka kita harus menukarkannya dengan ubi atau singkong. Berbeda dengan sekarang, yang hanya dengan secarik rupiah, kita bisa menukarkan apapun dengan lebih mudah dan sederhana.

Jadi, kalau kita mau makan samyang, tentunya harus membeli samyang sebagai bahan utama, alat untuk membelinya adalah uang. Mengingat makan merupakan kebutuhan setiap orang, dimana kebutuhan berbanding lurus dengan uang yang kita keluarkan. Oleh karena itu, belilah samyang untuk dimakan.

3. Jalan-jalan butuh anggaran

Meskipun dalam berimajinasi, setiap orang sudah sangat bisa berjalan-jalan kemanapun dia mau, akan tetapi ruangnya sangat sempit dan feel-nya kurang dapet. Artinya, setiap orang butuh yang namanya real life action; harus benar-benar merasakan jalan-jalan. Dan, jalan-jalan hari gini? Pastinya kita butuh uang, dan-nya lagi untungnya kita punya rupiah. Keren banget ngga tuh rupiah?

Jalan-jalan tanpa rupiah bagaikan nyeruput samyang dalam imajinasi. Lagi-lagi samyang.

Berbicara mengenai jalan-jalan, paling tidak kita membutuhkan uang untuk segala biaya transaksi kita selama jalan-jalan, entah karena itu haus, laper, atau bahkan melihat souvenir cantik di jalan yang memaksa tangan kita mengodok saku dan mengeluarkan dompet yang berisi uang. Beruntunglah hidup kalian ketika mendapati uang dalam dompet ketika kalian sedang jalan-jalan enak dan kehausan, bayangkan jika tidak ada rupiah sama sekali di dompet kamu, apa yang akan terjadi?

Minum air keran!

eits, gimana kalo di gurun pasir?

emangnya?

Udah! Pokoknya hidup tanpa rupiah sekali lagi, bagaikan jalan-jalan atau traveling dalam imajinasi.

ups. Hidup tanpa rupiah bagaikan samyang tanpa cabe (Kembali ke judul)

4. Bayar listrik

Hanya orang-orang pedalaman yang tidak mengenali apa itu listrik (fakta jangan dilaporkan ke polisi), tidak terkecuali. Yang kecuali sama sekali adalah kita, orang-orang yang tinggal dekat dengan listrik, tapi tidak kesetrum karena kabelnya dibungkus, dan siapa lagi kalau bukan kids zaman now, yang sudah sangat akrab dengan kabel-kabel bermuatan listrik, sayangnya bukan salah mereka menjadi kids zaman now yang micinan, tapi salah generasi sebelumnya yang tidak membekali mereka dengan baik, lah? lol

Listrik bagi kita sudah seperti makanan pokok yang harus ada dalam setiap sajian makanan kita, jika tidak ada kekuatan super duper nyetrum ini, dalam kehidupan kita, mungkin kita akan merasa kekurangan energi selamanya, karena dunia gelap tanpa cahaya matahari. Hehe iyalah.

Oke intinya aja bayar listrik pake rupiah lagi-lagi, uang keluar lagi, belom lagi, bayar internet, yah untuk menunjang kehidupan masa kini. So? Apakah PLN masih membutuhkan rupiah? Atau kita yang membutuhkan listrik, sama-sama lah score-nya, 1-1, simbiosis mutualisme.

5. Mahasiswa yang membutuhkan makanan

Siapa disini yang mahasiswa, atau pelajar deh pelajar? Kalau mahasiswa, kaya penulis ini kan butuh makan, kalau ngga makan nantinya ngga bisa menghidupi usus dan kawan-kawan, jadi para mahasiswa membutuhkan uang deh, uang-uang-uang, sama juga kaya adek-adek pelajar yang suka jajan, pake apa hayo? Uang lagi. JADI, begitu eratnya hubungan kita yah? Rupiah. Untungnya ada kamu, iya kamu. Hoho. (Berubah gaya bahasa)

6. Beli samyang

Iya pada intinya untuk kamu pecinta samyang (Gue? Ngga), belilah samyang yang bercabe, karena samyang yang tidak bercabe bagaikan samyang tanpa nyawa, tanpa jiwa, hanyalah raga. Sama dengan hidup, tanpa uang untuk disedekahkan dan dibagikan dan dipergunakan dengan baik dan dijaga dan dihargai dan dihormati dan disimpan ditempat yang aman dan tidak melipatnya dan tidak menghambur-hamburkannya dan awas sampai melalaikan kalian dari kewajiban-kewajiban, bagaikan samyang tanpa cabe, akan terasa hambar hidupnya, apalagi kalau tanpa garam dan mecin.

Sekian.

8 November 2017

Kaulah Bunga

Kemarin ku memetik bunga,
Sekarang ku menciumnya,
Besok ku membuangya.

Selamat malam kaulah bunga!

6 October 2017

Menjadi Mahasiswa Baru!

Akhirnya saya bisa bilang "Oh jadi gini rasanya jadi mahasiswa!"

Tidak jauhlah dengan apa yang saya ekspetasikan...

Menjadi mahasiswa baru ternyata sama saja dengan ketika memasuki masa orientasi SMA,

Blablabla

Cerita lengkapnya nanti aja deh kalo purun. Hha

23 September 2017

Weird

Ki-Rizki!

...

Masih mikir buat nulis.

15 September 2017

Change the world with your hand!

If you want to change this world,
You must believe in yourself.

And happy in your day,
And smile in the world for everyone.

And say,
Change the world with your hand!

It's number one.

sebuah salam dari journalist student club.

Rindu

Bila rindu mulai datang,
Maka ada satu kata yang bisa diwakilkan.

Bila kata itu telah terwakilkan,
Maka tinggal menunggu jawaban dari Sang Rindu.

Adakah caranya?
Mungkin tinggal mengatakannya.

I miss you,
Bukankah terlalu sederhana?

Untuk mendapatkan jawaban,
I miss you too.

ditulis di malam hari yang sejuk.

11 September 2017

Tidak ada karya yang ujug-ujug bagus!

Setiap karya yang lahir,
Pastilah jelek.

Tinggal bagaimana kamu bisa mengolahnya,
Menjadi sebuah karya yang dicintai banyak orang dan dirimu sendiri.

Well, selamat hari senin.

ditulis di pagi yang sepi.